Di tengah lajunya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, informasi yang cepat dan akurat semakin menjadi kebutuhan utama para pengambil keputusan (Decision Maker) dengan kata lain informasi merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh setiap manajemen untuk melakukan pengambilan keputusan.
Penelitian terhadap awal sejarah manajemen pada 7000 tahun yang lalu menyebutkan bahwa manajemen merupakan sebuah proses berdasarkan trial dan error, hanya sedikit atau bahkan tanpa teori, dan hampir tidak terdapat penyebaran ide dan praktik.
Rekam medis merupakan bagian integral dalam sistem pelayanan kesehatan. Fungsinya tidak hanya sebagai catatan medis tetapi juga sebagai alat dokumentasi hukum, sumber informasi untuk pengambilan keputusan medis, dan alat evaluasi pelayanan kesehatan.
manajemen berasal dari bahasa Inggris “management” dengan kata kerja to manage yang secara umum berarti mengurusi.
kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit,memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui upaya terorganisir dan pilihan informasi dari masyarakat.
Promosi kesehatan di Indonesia sebelumnya dikenal dengan Penyuluhan Kesehatan. Perubahan penyebutan Penyuluhan Kesehatan menjadi Promosi Kesehatan dipengaruhi oleh perkembangan di dunia karena munculnya Konferensi Internasional tentang Pencegahan (prevention) pada tahun 1986 di Kanada yang dikenal dengan nama Ottawa Charter (Syafei, 2010).
PENTINGNYA PENGEMBANGAN LANJUTAN
REKAM MEDIS MERUPAKAN DOKUMEN PENTING BAGI SETIAP INSTANSI LAYANAN KESEHATN YANG BERUPA CACATAN IDENTITAS PASIEN.
MEMBAHAS LEBIH DALAM MENGENAI KONSEP-KONSEP DASAR DALAM HUMAS.